Portal Berita Futsal Dan Bola Basket

Informasi tentang olahraga futsal dan bola basket dari berbagai belahan dunia

Howard

Dari semua jersei yang pernah dikenakan Dwight Howard, maka Orlando Magic yang paling dikenang penggemar. Saat membela Magic, Howard terpilih enam kali All-Star (2007-2012), lima kali First Team (2008-2012), dan tiga kali menjadi Defensive Player of the Year (2009-2011). Di usia 34 tahun, Howard akhirnya bisa mendapatkan cincin juara NBA. Sebuah penghargaan yang menjadi mimpinya sejak tahun 2004 lalu.

Penantian berbuah manis untuk Howard

Howard akan selalu dikenang sebagai lawan tangguh Kobe Bryant di Final NBA 2009. Namun sebelum persaingan ketat di final, Howard juga dikenal sebagai pemain yang menggagalkan pertemuan Kobe Bryant dan LeBron James. Howard dan Magic akhirnya harus mengakui keunggulan dari Lakers di final dengan agregat 1-4.

Setelah pergi dari Orlando Magic tahun 2012, Howard masuk tim super Los Angeles Lakers (2012-2013). Dikatakan tim super karena ada Kobe Bryant, Steve Nash, Pau Gasol, dan Metta World Peace. Tapi waktu itu harapan menjadi juara pupus karena terpaan badai cedera.

Singkat cerita, Howard akhirnya kembali ke Final NBA setelah 11 tahun. Ketika karirnya sudah meredup, ia berhasil kembali menyalakan sedikit sinarnya. Bukan sebagai bintang yang menjadi tumpuan tim. Tetapi hanya pemain yang efektif untuk tim calon juara seperti Lakers di awal musim 2019-2020.

Howard memulai lima game pertama Final NBA sebagai pemain inti. Tetapi dia hanya mencetak rata-rata 2,8 poin dan 3,4 rebound dalam 14 menit per gim. Pada Gim 6, Minggu, 11 Oktober waktu setempat, Howard digantikan Alex Caruso. Howard tidak check-in sampai menit terakhir.

Cincin yang sangat berarti untuk Howard

Dwight Howard sebenarnya ingin menjadi juara bersama Orlando Magic. Tim yang telah membesarkan namanya. Namun itu tidak akan pernah didapatkan, selama Magic tidak mencari bantuan dari bintang lain. Sebaliknya, saat meninggalkan Magic, Howard mendapatkan semua hal yang dia cari seperti gaji yang besar, bermain bersama pemain bintang, dan ditutup dengan cincin juara NBA tahun ini. Tetapi di balik semua itu, Howard rela dianggap sebagai pemain yang membonceng tim untuk mendapatkan gelar juara.

“Semua orang di luar sana, jangan pernah menyerah pada mimpimu! Kami bisa melakukannya, aku bersumpah! Terus berjuang. Jangan pernah menyerah pada dirimu sendiri,” kata Dwight Howard dengan emosional setelah memenangkan gelar juara NBA.

Gelar yang didedikasikan untuk Kobe Bryant

Tak lupa, Howard juga menyebut Kobe Bryant sebagai saudara dan mempersembahkan gelar ini untuknya. “Saudara berkelahi, berdebat bahkan kadang saling membenci. Tapi kami tidak pernah berhenti mencintai satu sama lain. Aku mencintamu, Kami mencintaimu. Musim ini didedikasikan untuk Kobe Bryant,” katanya.

Sebagai penutup, Howard akhirnya lega bahwa hutang di masa lalu sudah berhasil dibayar lunas. Howard yang diharapkan membawa Lakers juara di tahun 2013 silam, akhirnya bisa terwujud di tahun 2020. “Saya selalu berharap mendapatkan kesempatan untuk menebus kesalahan saya. Ini untuk Los Angeles,” tutup Howard, yang mendapatkan gelar NBA setelah 16 musim di liga.