Portal Berita Futsal Dan Bola Basket

Informasi tentang olahraga futsal dan bola basket dari berbagai belahan dunia

Kisah tentang Rajon Rondo terus menyeruak ke permukaan. Setelah gelar juara kedua sepanjang kariernya, media terus menguak fakta-fakta tentang kehebatan Rondo yang menjadi salah satu faktor kunci kemenangan Los Angeles Lakers. Terbaru, Rachel Nichols, reporter ESPN datang dengan cerita lama, cerita Rondo di tahun 2014.

Ring Kedua Untuk Rondo

“Rondo cerita kepada saya bahwa ia hampir saja pensiun beberapa tahun lahu,” buka Nichols dilansir SN Nation.”Pemikiran itu muncul seiring kekacauan yang terjadi di Dallas Mavericks antara dirinya dengan Rick Carlisle. Rondo bilang kepada saya hanya ada dua tim yang menghubunginya di jeda musim dan itu membuatnya berpikir untuk berhenti, membuatnya berpikir tak ingin melakukan basket lagi.

Kisah tentang Rajon Rondo terus menyeruak ke permukaan. Setelah gelar juara kedua sepanjang kariernya, media terus menguak fakta-fakta tentang kehebatan Rondo yang menjadi salah satu faktor kunci kemenangan Los Angeles Lakers. Terbaru, Rachel Nichols, reporter ESPN datang dengan cerita lama, cerita Rondo di tahun 2014.

“Rondo cerita kepada saya bahwa ia hampir saja pensiun beberapa tahun lahu,” buka Nichols dilansir SN Nation.”Pemikiran itu muncul seiring kekacauan yang terjadi di Dallas Mavericks antara dirinya dengan Rick Carlisle. Rondo bilang kepada saya hanya ada dua tim yang menghubunginya di jeda musim dan itu membuatnya berpikir untuk berhenti, membuatnya berpikir tak ingin melakukan basket lagi,” tutupnya.

Melihat kembali kejadian tersebut, rasanya memang Rondo sudah berada di titik terbawah dari kariernya. Di depan jutaan pasang mata yang melihat laga playoff antara Mavericks dengan Houston Rockets, Rondo menunjukkan bahwa ia tidak ingin berada di lapangan. Ia dengan sengaja melakukan umpan buruk, tidak berlari, bahkan tidak melakukan apapun di lapangan. Peristiwa tersebut sepenuhnya mengubah pandangan publik tentangnya.

Buruknya lagi, performa Rondo sebenarnya sedang bagus saat itu, cuma terganggu dengan cedera ACL yang menderanya saja. Dalam kurun 2010 – 2013, Rondo selalu terpilih sebagai NBA All Star. Ia juga masuk di NBA All-Third Team di tahun 2012, NBA All-Defensive First Team dua kali (2010 dan 2011), serta memimpin daftar asis liga secara beruntun pada 2012 serta 2013.

Namun, musim ini, Rondo seolah hidup kembali. Ia menunjukkan bahwa meski umurnya bertambah, kualitas permainnya tak berubah. Rondo tetaplah seorang metronom yang bertugas mengatur serangan Lakers, utamanya saat LeBron James mengambil jatah istirahatnya. Duet pelatih Lakers, Frank Vogel dan Phil Handy bahkan memuji setinggi langit kehebatan IQ basket Rondo.

Kunci Keberhasilan Lakers Menjadi Juara

Kini, Rondo sudah hampir dipastikan tidak akan mengambil “opsi pemain” dan akan menjadi unrestricted free agent. Beberapa tim dikabarkan siap bersaingan dengan Lakers untuk menggunakan jasa Rondo. Tim-tim itu tampaknya sudah disadarkan kemampuan Rondo mengatur dan mengubah sebuah permainan tim.