NBA Allstar Ada Atau Tidak ?

NBA All-Star Weekend menjadi momen yang ditunggu-tunggu para penggemar basket di seluruh dunia. Mereka bisa menyaksikan sajian istimewa mulai dari kontes slam dunk hingga gim All-Star, yang memainkan bintang-bintang NBA. Tahun depan, Indianapolis menjadi tuan rumah NBA All-Star. Tetapi masih diragukan kepastiannya.

Penggemar Masih Berharap Diadakan Untuk Musim Depan

NBA sudah menentukan lokasi penyelenggaraan gim All-Star untuk tiga musim ke depan, yaitu:

NBA All-Star 2021: 14 Februari 2021, Bankers Life Fieldhouse, Indianapolis, Indiana

NBA All-Star 2022: 20 Februari 2021, Rocket Mortgage FieldHouse, Cleveland, Ohio

NBA All-Star 2023: 19 Februari 2022, Vivint Smart Home Arena, Salt Lake City, Utah

Untuk tahun 2021, masih belum ada kepastian jadwal ini bakal sesuai rencana. Karena pandemi Covid-19 yang terus belanjut. Padahal, orang-orang yang ingin hadir dalam acara tersebut seharusnya sudah melakukan reservasi hotel dari sekarang.

Tetapi pandangan berbeda disampaikan Bills Simmons dari The Ringer. Seharusnya NBA dimulai saja tahun ini, tidak usah menunggu keputusan ada penonton atau tidak. Ini untuk menjaga agar musim 2021-2022 bisa berjalan dengan kalender normal. Termasuk menyingkirkan agenda NBA All-Star Weekend.

“Saya tahu, NBA akan melakukan pertemuan dengan ESPN dan Turner sebagai mitra televisinya. Menurut saya, NBA harus sebegera dimulai agar memenuhi 72 pertandingan,” katanya.

Jadwal Musim Depan Dipadatkan

Simmons menyarankan agar NBA memadatkan jadwal. Meminta tim melakukan perjalanan darat, dengan rute terdekat. Dengan cara itu, NBA bisa selesi di pertengahan bulan Juli. Tetapi syaratnya menyingkirkan All-Star dari agenda musim ini.

“Pertimbangannya agar musim 2021-2022 tidak kacau lagi. Oleh sebab itu, NBA harus segera dimulai dengan atau tanpa penonton di arena. Saya memperkirakan penonton baru bisa hadir ke arena bulan April. Kalau menunggu selama itu, musim NBA tidak akan berjalan normal lagi,” ungkapnya.

Simmons mempelajari bahwa peringkat penonton televisi NBA menurun pada bulan Agustus lalu. Terlepas adanya pandemi Covid-19. Ini tidak bagus untuk bisnis NBA. Seharusnya mereka bisa kembali ke jadwal lama. Poin utama yang ingin disampaikan Simmons adalah NBA segera dimulai, jadwalnya dipadatkan, dan menghapus agenda All-Star.

Sampai saat ini belum jelas NBA 2020-2021 akan dimulai. Sempat ada pilihan pada hari Natal 2020. Tetapi belakangan tersiar kabar akan dimulai pada 18 Januari, bertepatan dengan hari Martin Luther King.

 

 

Noah Gesser Gagal Gabung Timnas U16

Peluang striker Ajax Youth keturunan Indonesia, Noah Gesser, untuk memperkuat Timnas Indonesia U-16 dipastikan tertutup. Sebab, Bima Sakti selaku nakhoda Garuda Muda memastikan enggan menggunakan pemain berdarah campuran.

Hal ini Bima Sakti tegaskan saat dihubungi oleh Bolasport.com. Ia memastikan bahwa skuat Timnas Indonesia U-16 murni diperkuat anak-anak dalam negeri, termasuk yang saat ini dipersiapkan untuk beruji coba melawan Uni Emirat Arab (UEA).

Ingin Memaksimalkan Dengan Pemain Yang Ada

“Saya tidak panggil pemain keturunan,” kata Bima Sakti.

Padahal Noah Gesser sedang on fire bersama Ajax Youth. Dilansir dari akun Instagram @ajaxyouthacademy, ia saat ini menjadi top skor Ajax Yputh dari kelompok usia 15-23 tahun.

Ia yang berada di tim Ajax U-16 telah mengemas 11 gol dari tujuh pertandingan. Unggul satu gol dari Julian Rijkhoff yang berada skuat Ajax U-17.

Namun, Bima Sakti tentu memiliki pertimbangan tersendiri mengenai keenggannannya memanggil pemain keturunan. Apalagi para pemain Timnas Indonesia U-16 juga telah menunjukkan kualitasnya dengan menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang lolos ke putaran final Piala Asia U-16 2020.

Berikut Daftar Nama Pemain Timnas U16

Timnas Indonesia U-16 akan beruji coba melawan Uni Emirat Arab sebanyak dua kali pada 21 dan 24 Oktober 2020. Marcel Januar Putra dan kolega bakal terbang ke UEA pada 19 Oktober setelah melakukan swab test.

Berikut daftar 22 pemain Timnas Indonesia U-16 yang dibawa oleh Bima Sakti untuk menghadapi UEA:

1. I Made Putra Kaicen – Bali United
2. Raka Octa Bernanda – PSS Sleman
3. Mochamad Aditya Rangga Saputra – Persebaya Surabaya
4. Marcell Januar Putra -Bali United
5. Mikael Alfredo Tata – Waanal Bintuka FC
6. Alexandro Felix Kamuru – Barito Putera
7. Ferre Murari Albahar -Bhayangkara FC
8. Aditiya Daffa Al Haqi – Barito Putera
9. Dimas Juliono Pamungkas -Persib Bandung
10. Resa Aditya Nugraha – Persija Jakarta
11. Mochamad Faizal Shaifullah -Persela Lamongan
12. Raka Cahyana Rizky -Persija Jakarta
13. Marselino Ferdinan Philipus – Persebaya Surabaya
14. Diandra Diaz Dewari – Persib Bandung
15. Ahmad Athallah Araihan – SKO Ragunan
16. Vito Ramadyzky Chairil – Persikabo
17. Valeroen Irwan Yamin – Persib Bandung
18. Fahmi Alvin Setyawan – PSS Sleman
19. Muhammad Rafly Ikram Selang – SSB Insan Cendikia
20. Wibi Alprahmudi Mulyono – SSB Gemars
21. Muhammad Tezar Briantama – SSB Asiop Jakarta
22. Muhammad Raufa Aghastya – SSB Por Uni Bandung

 

 

Marco Motta Is Back !!

Masa depan bek asal Italia, Marco Motta, di Persija Jakarta jelas sudah. Eks pemain Juventus dan AS Roma itu dipastikan bertahan bersama skuat Macan Kemayoran di Liga 1 2020.

Kepastian ini didapat setelah pemain 34 tahun tersebut hadir dalam sesi latihan Persija yang digelar di Depok, Jawa Barat pada Senin (5/10/2020), usai diliburkan selama empat hari.

Sempat Diragukan Kembali Ke Persija

Sebelumnya, Motta sempat menjadi tanda tanya besar apakah akan bertahan atau hengkang dari Persija. Sebab, dirinya tak kujung hadir saat Liga 1 2020 rencananya bakal digelar pada 1 Oktober.

Namun, setelah Liga 1 2020 resmi diundur menjadi November, eks pemain Timnas Italia itu akhirnya menunjukkan ‘batang hidungnya’ bersama Persija.

Sementara itu, sesi latihan Persija kemarin tidak berlangsung berat. Pelatih Persija, Sudirman, hanya menggelar internal game untuk mengembalikan kondisi fisik dan menjaga sentuhan bola dari pemain.

Pemain Asing Persija Sudah Lengkap Kembali

“Latihan ini untuk menjaga sentuhan bola dari para pemain. Dari yang kami lihat, para pemain langsung menunjukkan semangat berlatih yang luar biasa setelah empat hari libur,” kata Sudirman di laman resmi klub.

Setelah ini kami akan perlahan meningkatkan pola latihan setelah ada perubahan jadwal.

 

 

Adhi Pratama Memutuskan Pensiun

Adhi Pratama Prasetyo Putra pensiun dari basket profesional. Keputusan ini diambil setelah cedera tulang rawan yang dideritanya tak kunjung membaik. Adhi bersyukur pernah menorehkan prestasi di liga profesional Indonesia.

Cidera Menjadi Alasa Adhi Untuk Pensiun

“Betul saya pensiun,” kata Adhi, Kamis malam, 8 Oktober 2020. “Alasannya cedera saya tidak kunjung membaik. Cedera cartilage (tulang rawan) yang saya derita sejak 2017.”

Adhi mulai masuk basket profesional di pertengahan tahun 2009. Klub Muba Hangtuah yang memberinya kesempatan berkarier di basket. Padahal Adhi sebelumnya adalah seorang atlet atletik. Dengan modal tinggi badan 1,97 meter, Adhi bermain dengan baik di bawah asuhan Nathaniel Canson. Adhi menjalani debut profesional pada NBL Indonesia 2010-2011.

“Tim pertama (Hangtuah) banyak jasanya untuk saya. Bang Ferri (Ferri Jufry) dan Mas Darso (Darsono) yang membawa saya masuk kompetisi profesional. Kalau tidak ada mereka, saya tidak bakal ada di basket profesional,” kata pemain kelahiran Jakarta, 31 Maret 1993 tersebut.

Pada NBL Indonesia musim 2014-2015, Pelita Jaya membuat sebuah perubahan besar. Mereka mendatangkan Faisal Julius Achmad, Amin Prihantono, Tri Hartanto, dan terakhir Adhi Pratama. Inilah tahun pertama Adhi bersama Pelita Jaya, dan mendapatkan penghargaan individu tertinggi sebagai pemain basket yaitu Most Valuable Player (MVP).

Usia Yang Masih Sangat Produktif Untuk Bermain

Saat itu, Adhi tampil 30 laga dari total 33 pertandingan Pelita Jaya di musim reguler. Ia mencetak rata-rata 12,4 poin dan 8,7 rebound per gim. Ternyata potensi besar Adhi Pratama makin terlihat setelah bergabung dengan Ponsianus ‘Komink’ Nyoman Indrawan dan rekan-rekannya. Sampai akhirnya menjadi juara di IBL 2016-2017. Meski saat itu, cedera cartilage mulai menghantuinya.

“Di Pelita Jaya, saya banyak berkembang. Prestasi juga terus berdatangan seperti MVP, juara liga, dan banyak prestasi lainnya. Secara materi juga sangat membantu kehidupan pribadi saya,” ucapnya.

Secara khusus, Adhi Pratama menyampaikan kebanggaan dan terima kasih kepada semua yang telah berjasa dalam 11 tahun kariernya. Ini disampaikan Adhi dalam akun instagram pribadinya.

“IBL 2020 adalah musim terakhir saya bermain sebagai pemain basket profesional, dan keputusan ini sebenarnya sudah lama saya pikirkan dengan segala pertimbangan dan alasan. Terima kasih Basket Indonesia, lewat basket saya banyak belajar, mulai dari disiplin, kerja keras, fokus, konsistensi dan lain-lain. Banyak yang sudah saya dapat di 11 tahun saya berkarier. Banyak terima kasih kepada Pelita Jaya, yang sudah banyak memberikan saya pengalaman yang sangat indah di enam tahun saya di sini. Saya pamit untuk undur diri kepada semua teman-teman dan fans basket Indonesia, mohon maaf kalau ada kesalahan dan tingkah laku saya yang kurang berkenan. Adhi Pratama PAMIT

Akan Mencari Tantangan Baru Diluar Basket

Potensi Adhi Pratama sangat besar, khususnya bagi timnas Indonesia. Tetapi kondisi fisiknya tidak memungkinkan. Meski sempat bermain di IBL 2020, Adhi merasa bahwa dirinya sudah tidak mampu bersaing di level tertinggi. Kini Adhi berniat meniti karier di bidang lain.

Alasan Kuat Kenapa Howard Tidak Memakai Merk Tertentu

Pada 26 April 2015, Dwight Howard masuk lapangan dengan menggunakan Air Jordan 1. Menandakan bahwa dirinya sudah tidak bersama adidas lagi. Kemudian, pada awal musim 2019-2020, Howard memakai Nike. Artinya kesepakatan dengan Peak sudah berakhir. Ternyata, ada alasan khusus Howard tidak mengambil kontrak dengan merek sepatu musim ini. Dia ingin memberi penghormatan pada Kobe Bryant.

Duta Adidas Sewaktu Dikontrak Adidas

Howard menerima kontrak Los Angeles Lakers bertepatan dengan berakhirnya kerjasama dengan pabrikan sepatu asal Cina, Peak. Sebagai pemain bebas agen untuk merek sepatu, Howard bisa saja menandatangani kesepakatan dengan merek-merek yang diinginkan. Tapi seperti dilansir The Sport Rush, Howard justru menolak semua tawaran tersebut. Bahkan pada Februari 2020, Howard tidak menerima tawaran yang nilainya mencapai ratusan ribu dolar Amerika.

Penawaran merek sepatu biasanya bernilai tujuh digit atau jutaan dolar Amerika. Seperti yang diperoleh bintang-bintang NBA seperti DeAndre Ayton dan Michael Porter Jr. dengan Puma. Bahkan nilainya bisa lebih fantastis lagi untuk pemain seperti LeBron James. Tetapi bagi Howard, nilai ratusan ribu dolar Amerika sudah cukup besar, mengingat popularitasnya yang menurun. Namun pada musim 2019-2020, Howard punya alasan yang kuat untuk menolak tawaran itu.

Howard bermaksud untuk memakai sepatu khas mendiang Kobe Bryant selama sisa musim 2019-2020. Ini dia lakukan setelah Kobe meninggal akibat kecelakaan helikopter bulan Januari lalu. Howard ingin memberi penghormatan kepada sahabat terbaiknya, saat mereka bermain bersama di Lakers musim 2012-2013 silam.

Howard dikenal sebagai duta adidas. Dia telah memakai merek tersebut saat masih menjadi pemain AAU (Amateur Athletic Union), hingga akhirnya adidas meresmikan kerjasama pada tahun 2004 silam. Howard sudah menjadi duta adidas sejak menjadi pemain debutan di NBA bersama Orlando Magic. Kontrak dengan adidas terbilang fantastis. Sampai tahun 2015, nilainya diperkirakan mencapai AS$6 juta. Howard memakai adidas saat mendapatkan tiga gelar Defensive Player of the Year NBA (2009, 2010, 2011). Sepatu adidas DH 4 menjadi komoditas panas ketika dia berada di puncak kariernya.

Banyak Tawaran Untuk Mengontrak Howard

Semenjak kariernya menurun, adidas mengambil duta baru. Kali ini mereka merekrut Derrick Rose. Kepopuleran adidas D Rose menurunkan D Howard 4. Akhirnya pada tahun 2015, Howard mengakhiri kerjasama dengan adidas. Sebagai gantinya, Howard memilik pabrikan olahraga Cina, Peak. Kabar ini secara resmi diumumkan oleh Yutang Sports pada 2 September 2015. Ada kabar kalau Howard menerima kontrak dengan Peak karena dia ingin menjadi wajah utama dari sebuah merek sepatu. Sebab, di adidas, Howard dianggap sebagai bintang kedua setelah Derrick Rose.

Bersama Peak, Dwight Howard meluncurkan empat sepatu khas (signature shoes). Yang terakhir diluncurkan pada pertengahan tahun 2018 lalu adalah Peak DH4. Setelah itu, dia tidak melanjutkan kontrak dengan Peak pada tahun 2019. Fakta menariknya, semua Howard memutus kerjasama dengan merek sepatu setelah mengeluarkan empat edisi. Laman Sole Collector menulis bahwa tidak ada hubungannya dengan nomor jersei atau tanggal kelahiran. Tetapi kalau melihat dengan seksama logo Dwight Howard yang disematkan di sepatu, bentuk huruf “H” menyerupai angka “4”.

Tribute To Kobe

Pada 20 September 2019, Howard mengunggah sebuah video pendek di akun Instagram pribadinya. Dia menunjukkan koleksi Nike Kobe miliknya. Jumlahnya lebih dari 10 pasang. Video tersebut dibuat setelah Kobe Bryant mengatakan bahwa Howard siap untuk kesempatan kedua bersama Lakers. Setelah Kobe meninggal, Howard akhirnya memutuskan untuk tetap memakai Nike Kobe di sisa musim 2019-2020 untuk menghormati Kobe Bryant.

 

Legenda Warriors Inginkan Serge Ibaka

Golden State Warriors sedang dalam pencarian pemain kelima di susunan utamanya. Stephen Curry, Klay Thompson, Andrew Wiggins, dan Draymond Green rasanya sudah terkunci di susunan utama. Satu posisi tersisa terbuka untuk pemain bebas atau calon ruki yang akan mereka pilih di urutan kedua NBA Draft 2020 nanti.

Untuk Menambal Lini Pertahanan

Satu nama sudah dikaitkan oleh Warriors yakni senter cadangan Los Angeles Lakers, Dwight Howard. Howard pun diyakini bisa mengisi kekosongan di skuat Warriors, utamanya untuk sisi pertahanan. Namun, satu hal yang membuat Howard kurang “Warriors” adalah kemampuannya menembak. Howard tak memiliki kemampuan menembak tripoin atau menjadi fasilitator menggerakan bola.

“Pemain yang ingin saya lihat menggunakan jersei Warriors adalah Serge Ibaka. Ini akan menjadi rekrutan yang luar biasa,” ujarnya. “Ia bisa menembak tripoin, bisa melakukan rebound, juga menguasai blok dengan baik. Ibaka akan menjadi tambahan yang luar biasa untuk Warriors,” terang pria berusia 76 tahun ini.

Bukan tidak mungkin Ibaka sebenarnya juga sudah masuk dalam daftar pemain yang diincar Warriors. Catatan 15,4 poin, 8,2 rebound, 1,4 asis, 0,5 steal, dan 0,8 blok per gim bukanlah catatan yang remeh. Catatan blok per gim Ibaka memang yang terkecil sepanjang kariernya, tapi untuk poin, catatan tersebut jadi yang tertinggi sepanjang kariernya. Di sisi lain, Ibaka juga memiliki akurasi tripoin di angka 39 persen dari 3,3 percobaan per gim. Catatan ini menunjukkan betapa tangguhnya Ibaka di dua sisi permainan.

Performa Impresif Bersama Raptors

Namun, ada satu masalah untuk Warriors merekrut Ibaka. Warriors memiliki ruang gaji yang sudah sangat sesak, mereka bahkan tim dengan total gaji terbanyak di musim 2020-2021. Hal ini membuat Warriors hanya bisa membayar Ibaka dengan kontrak satu musim AS$6 juta menggunakan skema khusus mid-level exception NBA.

Tawaran tersebut lebih kecil dari tawaran-tawaran yang bisa disediakan tim lain. Dallas Mavericks dan Portland Trail Blazers misalnya, dilansir ESPN, dua tim ini masih memiliki potensi untuk menawarkan kontrak senilai AS$9,3 juta. Raptors sendiri juga masih bisa memberi penawaran AS$18 juta selama satu tahun dengan “opsi pemain.”

Di usia 31 tahun, Ibaka sendiri sudah tak punya sesuatu untuk dibutuhkan. Gelar juara sudah ia dapat, tampil di All Star rasanya tak perlu-perlu amat. Hal ini membuat kemungkinan Ibaka akan lebih mengejar kenyamanan finansial ketimbang cincin juara lainnya. Akan tetapi, jika Warriors bisa menggodanya dengan baik, pertaruhan satu tahun untuk gelar juara kedua juga bukan tawaran yang bisa dilewatkan begitu saja.

 

 

Melo Tidak Masuk Pemain Terbaik Nuggets , Lillard Membela

Pemain Portland Trail Blazers, Damian Lillard membela Carmelo Anthony yang mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari mantan timnya, Denver Nuggets. Melo tidak dianggap sebagai pemain terbaik atau legenda Nuggets, meski sudah memberikan penampilan terbaiknya selama tujuh musim.

Serasa Melupakan Jasa Melo

Masalah ini bermula dari unggahan twitter Denver Nuggets yang menampilkan pemain-pemain legendaris. Di dalam foto tersebut ada Nikola Jokic. Pemain Serbia yang membela Nuggets sejak 2015 hingga sekarang. Mereka tidak mencantumkan Melo yang menjadi bintang klub sejak 2003 hingga 2011.

Postingan tersebut dianggap Lillard sebagai bentuk perlakuan tidak menyenangkan Nuggets untuk Melo. Padahal menurutnya, Melo punya jasa besar di Nuggets. Akhirnya Lillard berusaha membela rekannya dengan mengunggah sebuah cuitan di akun twitter pribadinya. Dia menanyakan apa maksud Nuggets tidak memasukkan Carmelo Anthony sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa di klubnya.

Faktanya, Melo layak menjadi salah satu pemain terbaik dalam sejarah Nuggets. Sebab sebelum Melo masuk tahun 2003, Nuggets tidak pernah lolos playoff delapan musim beruntun. Ketika dia diambil dari Draft NBA 2003 sebagai pilihan ketiga secara keseluruhan, prestasi Nuggets membaik. Mereka selalu lolos playoff sejak 2003 hingga Melo keluar dari Nuggets di tahun 2011.

Dalam tujuh musim bersama Nuggets, Melo selalu bisa membawa timnya ke playoff, meski enam kali kalah di putaran pertama. Tetapi pada musim 2008-2009, Nuggets berhasil menembus final Wilayah Barat, dan akhirnya kalah dari Los Angeles Lakers (2-4).

Jasa Yang Cukup Besar Diberikan Melo Kepada Nuggets

Carmelo Anthony satu angkatan dengan LeBron James dan Dwyane Wade. Berbeda dengan dua pemain tersebut, Melo belum pernah merasakan gelar juara NBA hingga usia 36 tahun. Bahkan ketika dirinya menjadi bintang utama New York Knicks selama tujuh musim (2011-2017). Melo justru mengalami penurunan saat dirinya bergabung dengan Oklahoma City Thunder dan Houston Rockets untuk masing-masing satu musim kompetisi.

Menurut Jason Quick dari The Athletic, Melo sangat cocok bermain di Porland Trail Blazers. Sebab, musim ini dia seperti menemukan jati diri. Melo bisa mencetak 15,4 poin, 6,3 rebound, dan 1,5 asis per gim dalam 58 pertandingan musim reguler. Di babak playoff, Melo mencetak 15,2 poin, 5,0 rebound, dan 2,0 asis dalam lima pertandingan putaran pertama. Blazers kalah dari Lakers yang akhirnya menjadi juara NBA 2020.

Melo berstatus pemain bebas agen di akhir musim 2019-2020. Sepertinya, dia masih ingin bermain untuk Blazers. Tetapi menurut Jason Quick tidak bisa semudah itu. Karena Melo tidak akan mendapatkan peran yang besar di tim ini. Sebab, Blazers sudah punya Damian Lillard dan CJ McCollum.

Patut Ditunggu Kiprah Melo Musim Depan

Melo harus mendapatkan garansi tentang perannya di tim. Karena tim ini (Blazers) sudah punya aktor utama. Melo hanya bisa jadi pendukung saja bila dia tetap bertahan,” kata Jason seperti dikutip dari essentiallysports.com.

Kabarnya Melo tengah menimbang untuk kembali ke Knicks. Langkah itu harus didahului oleh Chris Paul. Pemain veteran yang kini juga berstatus bebas agen. Bila Paul ke Knicks, Melo kemungkinan besar menyusul

 

 

Lakers Tertarik Mendatangkan Rose

Baru satu minggu NBA 2019 – 2020 berakhir, isu mengenai perpindahan pemain terus menguat, utamanya tentang juara bertahan, Los Angeles Lakers. Dengan skuat yang cukup tangguh di musim ini, Lakers dihadapkan dengan tantangan untuk mempertahankan skuat yang ada atau membuat skuat baru yang sama tangguhnya. Lakers sendiri memiliki tujuh pemain yang tidak lagi bersama mereka (dua dalam opsi pemain) untuk musim depan, jumlah ini belum termasuk dua pemain dengan status two-way player.

Kemungkinan Untuk Menggantikan Rondo

Salah satu nama yang langsung dikaitkan dengan mereka adalah garda Detroit Pistons yang juga MVP termuda dalam sejarah NBA, Derrick Rose. Kabar ini pertama kali dikabarkan oleh Heavy.com melalui salah satu kontributor mereka Sean Deveney. Sean berujar bahwa info ini ia dapatkan dari salah satu manajer umum tim NBA.

“Saya rasa kedua pihak (Lakers dan Pistons) masih cukup terikat dengan kondisi mereka di Januari, Februari lalu,” ujar manajer umum yang tidak disebutkan namanya tersebut. “Waktu itu, saya tidak berpikir Lakers ingin melakukan sebuah perubahan besar karena tim mereka sudah cukup bagus dan lebih baik menunggu pemain yang dilepas (Markieff Morris). Di sisi lain, saya juga tidak melihat Pistons ingin melepas Rose karena ia sangat bahagia di sana.

“Intinya, Lakers kala itu hanya melakukan gertakan untuk berjaga-jaga jika Clippers, Bucks, atau Nuggets melakukan transaksi untuk Rose. Jadi, bisa dibilang Lakers kala itu tertarik, tapi tidak serius. Sekarang, semuanya berubah. Lakers terlihat cukup serius dan mereka ada di posisi yang membuat kesepakatan ini sangat mungkin terjadi,” tutupnya.

Seperti yang sudah ditulis di atas, dua dari tujuh pemain Lakers yang mungkin pergi adalah Rajon Rondo dan Kentavious Caldwell-Pope. Keduanya memutuskan tak mengambil “opsi pemain” dalam kontrak mereka. Tanpa keduanya, maka Lakers akan memiliki celah di lapangan belakang utamanya di barisan cadangan dan Rose mungkin adalah sebuah jawaban atas hal itu.

Duet Lebron Dan Rose Akan Terjadi Lagi

Di sisi lain, Lakers juga memiliki aset yang menggiurkan untuk mendatangkan Rose dalam diri Kyle Kuzma. Kuzma akan menjadi restricted free agent pada akhir musim 2020 – 2021 dan kondisi ini akan membuatnya lebih fleksibel untuk dijadikan aset pertukaran. Jika Lakers harus memberinya perpanjangan kontrak dengan nilai yang besar, maka peluang Lakers untuk mendatangkan pemain bintang untuk musim selanjutnya juga semakin terbatas.

Rose bermain 50 gim musim ini dan mencetak rataan 18,1 poin, 2,4 rebound, dan 5,6 asis per gim. Rose menjalani musim terbaiknya dalam urusan efisiensi tembakan di angka 53 persen. Catatan ini jadi yang tertinggi sejak ia meninggalkan Chicago Bulls. Rose akan menambah kekuatan Lakers utamanya untuk menyerang.

Menarik menunggu bagaimana Lakers dan Rose akan berakhir. Jika benar nantinya ia bergabung, maka Lakers akan memiliki salah satu trio yang paling dinanti musim depan!